Uncategorized

Jejak Pengabdian Rudy Ariffin, dari Birokrat hingga Dua Periode Memimpin Kalsel

KALSEL PUSARAN ONLINE-H. Rudy Ariffin telah berpulang. Mantan Gubernur Kalimantan Selatan dua periode itu meninggal dunia di RS Amanah Banjarmasin, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 11.00 Wita dalam usia 73 tahun.

Sore harinya, jenazah Rudy Ariffin dibawa ke Masjid Agung Al-Karomah Martapura untuk disalatkan. Ada makna tersendiri dari perjalanan terakhirnya ke masjid kebanggaan masyarakat Martapura tersebut.

Masjid Agung Al-Karomah menjadi salah satu jejak pembangunan yang ditinggalkan Rudy Ariffin ketika memimpin Kabupaten Banjar. Puluhan tahun kemudian, jemaah memenuhi masjid itu untuk menunaikan salat fardhu kifayah bagi almarhum.

Dari sana, jenazah dibawa menuju Taman Makam Bahagia, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, untuk dimakamkan.

Advertisement

Wafatnya Rudy Ariffin menutup perjalanan panjang pengabdian seorang putra Banua. Kariernya bermula dari birokrasi pemerintahan, berlanjut menjadi Bupati Banjar, hingga dipercaya memimpin Kalimantan Selatan selama dua periode atau satu dekade.

Dari Birokrat hingga Gubernur Kalsel

Perjalanan Rudy Ariffin di pemerintahan dimulai dari jenjang bawah. Setelah diangkat sebagai pegawai pada 1975, dia meniti karier sebagai Mantri Pamong Praja (MPP) di Kecamatan Sungai Tabuk.

Kariernya kemudian terus menanjak. Rudy pernah mengemban sejumlah jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Di antaranya di Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7), bidang pendidikan dan pelatihan, hingga Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Kalsel.

Dia kemudian dipercaya menjadi Kepala Biro Keuangan Sekretariat Wilayah Daerah Tingkat I Kalimantan Selatan. Setelah itu, Rudy menjabat Sekretaris Wilayah Daerah Tingkat II Banjar.***

Related Posts

1 of 2