Uncategorized

10 Tahun Memimpin Kalsel, Rudy Ariffin Tinggalkan Jejak Pembangunan di Berbagai Sektor

KALSEL PUSARAN ONLINE-Sepuluh tahun memimpin Kalimantan Selatan, H. Rudy Ariffin meninggalkan jejak pembangunan di berbagai sektor. Mulai pemugaran Masjid Agung Al-Karomah Martapura hingga merealisasikan pembangunan pusat perkantoran Pemerintah Provinsi Kalsel di Banjarbaru.

Jejak tersebut tidak hanya berupa pembangunan fisik. Sejumlah kebijakan pada masa pemerintahannya juga turut mewarnai arah pembangunan Kalimantan Selatan.

Buku Profil Gubernur Kalimantan Selatan: Dari P.M. Noor sampai Sahbirin Noor yang diterbitkan pada 2024 mencatat pembangunan pada era Rudy Ariffin dilakukan melalui dua pola. Yakni melanjutkan dan menyempurnakan pembangunan yang dirintis gubernur sebelumnya, sekaligus membangun sejumlah fasilitas baru.

Sebelum menjadi gubernur, Rudy lebih dahulu memimpin Kabupaten Banjar sebagai bupati. Salah satu karya yang disebut monumental dalam buku tersebut adalah pemugaran Masjid Agung Al-Karomah Martapura.

Pada awal kepemimpinannya sebagai Gubernur Kalsel, Rudy juga disebut berhasil menyelesaikan pembangunan siring Sungai Martapura yang sebelumnya cukup lama terkatung-katung.

Di tingkat provinsi, pembangunan merambah sektor kesehatan dan pendidikan. Salah satunya Rumah Sakit Gigi dan Mulut.

Pemerintahannya juga memberikan bantuan pembangunan Gedung Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat (ULM), mendorong pendirian Fakultas Kedokteran ULM, serta membangun SMA Banua yang pada awalnya diarahkan memiliki misi seperti SMA Taruna Nusantara.

Infrastruktur jalan turut mendapat perhatian. Perbaikan Jalan Trans Kalimantan yang mengalami kerusakan menjadi salah satu pembangunan yang dicatat dalam perjalanan kepemimpinannya.

Pemerintahan Rudy juga menuntaskan pengerukan alur ambang Sungai Barito. Proyek tersebut memiliki arti penting mengingat posisi Sungai Barito bagi aktivitas transportasi dan perekonomian Kalimantan Selatan.***

Related Posts

1 of 2